DPRD Sumut Sopar Siburian menegaskan Keuangan di Pemprovsu Sudah “Sekarat”,

 
“Keuangan di Pemprovsu ibarat penyakit kronis. Sulit untuk mengobatinya atau menyembuhkannya, kalau tidak dilakukan  operasi besar atau kemungkinan dilakukan amputasi terhadap penyakit yang dianggap mengganggu tersebut,”


Kata Sekretaris FPD (Fraksi Partai Demokrat) DPRD Sumut Sopar Siburian menegaskan, keuangan di Pemprovsu sudah benar-benar “sekarat” dan di ambang kebangkrutan. Dipastikan tidak akan ada pembangunan infrastruktur hingga TA 2018, karena selama tiga tahun APBD (sejak TA 2015-2018) digunakan untuk menyicil seluruh utang-utang yang sudah menumpuk.


 “Tindakan konkrit yang dilakukan  DPRD Sumut terhadap sekaratnya keuangan Pemprovsu ini, bisa saja berupa pengajuan hak interpelasi maupun hak angket kepada Gubsu H Gatot Pujonugroho, agar diketahui apa sebenarnya penyakit dan penyebab penyakit itu, sehingga mengganggu tata kelola keuangan, sehingga terjadi penumpukan utang,” ujar Sopar sembari menambahkan melalui hak interpelasi semuanya akan menjadi jelas dan terang.


Namun Sopar mengaku kurang tepat kalau fraksinya yang memotori atau menggalang aksi dukungan terhadap fraksi-fraksi untuk menggulirkan hak interpelasi. “Jika ada fraksi yang mengagas pengajuan hak interpelasi, kita siap mendukung,” tegas Sopar sembari mengaku, pengajuan hak interpelasi maupun hak angket bukan hal yang mengkuatirkan, karena itu merupakan hak anggota dewan dalam memperbaiki kinierja pemerintahan.


Diakui Sopar, akibat menumpuknya utang-utang Pemprovsu kepada kabupaten/kota, baik utang BDB (bantuan daerah bawahan) maupun DBH (Dana bagi hasil) sejak TA 2011 – 2014, ditambah utang proyek APBD TA 2014 yang sudah selesai dikerjakan para kontraktor, tapi belum dibayar oleh Pemprovsu akan terimbas kepada APBD 2015-2018.(

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ALAMAK! Gara-gara Ketagihan, Petani Ini Nekat Tanam Ganja di Ladangnya Sendiri

KapoldaSumut Releas Kasus Pratik Pemalsuan Sim

PTPN IV dan SP-Bun PTPN IV Lanjutkan Kerjasama