Dana Bos Menguap Yayasan Rusyda

Image result for KADIS PENDIDIKAN MEDAN

"Selama ini dana BOS di Yayasan Rusyda tidak tepat sasaran. Bahkan dalam penyalurannya tidak transparan. Makanya hal ini kita pertanyakan hingga tuntas. Jangan sampai dana BOS tidak digunakan dengan baik,” tutur Dewi, orang tua murid kepada wartawan. Itulah menurur sejumlah orangtua siswa SD di Yayasan Rusyda Jalan Bromo Gang Satia Medan menuuduh pihak yayasan tidak manyalurkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sejak 2010-2014.

 Setiap triwulan, dana BOS diterima siswa sebesar Rp575.000 per murid. Namun bantuan tersebut sama sekali tidak pernah terealisasi yang diduga digunakan untuk kepentingan peribadi.

Hal senada juga disampaikan, Nani, orang tua siswa lainnya.  Dikatakan,  segala bentuk bantuan dari pemerintah, seperti dana BOS tidak pernag disalurkan.

"Bagaimana tidak, setiap bulan, uang sekolah dibebankan terlalu tinggi. Uang buku, ekstakuler dan uang buku dipungut Kepsek Yayasan Rusyda. Apalagi baju seragam, tas serta sepatu dikutip biaya. Jadi untuk apa dana BOS dikucurkan pemerintah ke Yayasan Rusyda," jelasnya.

 "Kita sudah sampaikan hal ini kepada komite sekolah agar orangtua murid mengetahui adanya dana BOS untuk siswa. Dan tidak ada sepersen pun dana ini disalahgunakan dan tepat sasaran. Jadi saya tidak ada membangun rumah dari dana BOS. Itu tidak benar," bebernya.

Kembali orangtua murid menyangkal pernyataan Kepala Yayasan Rusyda, kalau orangtua siswa sama sekali tidak pernah diinformasikan soal uang sekolah dan lain sudah dipotong dari dana BOS. "Kita tidak pernah tahu soal itu," ucap mereka.

Soal itu, Kepsek SD Yayasan Rusyda, Lukman T mengatakan, keberatan para orang tua karena kurangnyya sosialisasi dilakukan komite sekolah. "Ini memang keteledoran kita. Ke depan akan kita peerbaiki sistem ini. Supaya orangtua murid tidak kecewa," katanya.

Setiap triwulan, Kepala Sekolah  Yayasan kembali mengatakan, seperti tahun 2010 dana BOS diterima sebesar Rp4 juta, tahun 2011 sebesar Rp8 juta, tahun 2012 sebesar Rp18 juta dan tahun 2014 sebesar Rp26 juta. “Jadi semua dana BOS diterima tetap disalurkan untuk yayasan dan siswa.”

Namun begitu, orang tua murid menuntut agar pihak yayasan menggratiskan biaya pendidikan selama satu tahun. Begitu pun, pihak yayasan merasa keberatan, dengan alasan sekolah ini bukan sekolah negeri. “Makanya bila orangtua tidak senang, silakan bawa anaknya ke sekolah lain.”

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ALAMAK! Gara-gara Ketagihan, Petani Ini Nekat Tanam Ganja di Ladangnya Sendiri

KapoldaSumut Releas Kasus Pratik Pemalsuan Sim

PTPN IV dan SP-Bun PTPN IV Lanjutkan Kerjasama