Kerusuhan sara terjadi di Tanjung Balai Beberapa Vihara Dibakar
Kerusuhan di Tanjung Balai, Sumatera Utara Sejumlah warga merusak dan membakar sedikitnya lima tempat ibadah dan beberapa mobil yang berada di dalam vihara di daerah Tanjung Balai, Sumatera Utara, dini hari tadi.
Ratusan petugas pun dikerahkan ke lokasi kerusuhan untuk meredakan massa yang anarkis. Namun karena banyaknya warga di lokasi, polisi sedikit mengalami kesulitan.
Salah seorang warga di Jalan Asahan, Tanjung Balai, Haris Tua mengatakan, kerusuhan dipicu ketika ada seorang warga protes karena merasa terganggu aktivitas ibadah umat lain yang berada tepat di depan rumahnya.Total ada delapan vihara yang berada di Kota Tanjung Balai telah dirusak pada hari Jumat malam 29 Juli 2016.
Kata dia, warga lainnya pun akhirnya merasa kesal dengan perbuatan orang yang belum diketahui identitasnya tersebut. Warga kemudian mengamuk dan merusak rumah orang tersebut.
Pascakejadian, suasana sempat mereda namun ketika sejumlah massa mengetahui hal tersebut langsung melakukan perusakan tempat ibadah. Diduga mereka termakan provokasi.Sebanyak 200 personel Polres Tanjung Balai dibantu TNI AL terus melakukan pengamanan di Tanjung Balai. Mereka juga dibantu 100 personel yang digerakkan Polres Asahan, 60 personel Brimob Subden 3B, 30 personel Polres Batubara, 75 personel Tebing Tinggi.
Komentar
Posting Komentar